JAKARTA, VISTA.CO.ID – Kapten tim Piala Thomas, Fajar Alfian atas nama rekan-rekan dan ofisial menyampaikan permohonan maaf dan refleksi atas hasil yang diraih tim Indonesia.
Di babak penyisihan grup D, tim Prancis berhasil menyingkirkan Fajar Alfian dkk, dengan skor telak 4-1 di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4) dinihari WIB.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar dikutip dari Humas PBSI.
Dimana untuk pertama kalinya Indonesia tersingkir di babak penyisihan grup Piala Thomas. Padahal sejak 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu lolos dari babak penyisihan grup. Bahkan, prestasi terburuk sebelumnya hanya sampai perempat final pada 2012.

Jonatan Christie membuka pertandingan dengan kekalahan 19-21, 14-21 dari Christo Popov. Alwi Farhan kemudian takluk 16-21, 19-21 dari Alex Lanier.
Anthony Sinisuka Ginting tampil di partai ketiga juga harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan rubber game 22-20, 15-21, 20-22. Kekalahan Ginting mengubah skor menjadi 0-3 untuk Prancis.
Harapan Indonesia untuk memperpanjang napas pupus setelah pasangan ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kembali gagal menyumbang poin usai kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia baru hadir di partai kelima melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.
Kegagalan tim Piala Thomas ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan.
Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.
PP PBSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Piala Thomas 2026.
Ke depan PP PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. (*/May)

