VistaNews
Beranda » Berita » VistaNews » Eddie Karsito Tentang Warung Kopi dan Mie Instan Gratis: Orang Lapar Jangan Disuruh Sabar

Eddie Karsito Tentang Warung Kopi dan Mie Instan Gratis: Orang Lapar Jangan Disuruh Sabar

Eddie Karsito, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.
Eddie Karsito, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

BEKASI, VISTANEWS.ID – Kemiskinan kota merupakan masalah kompleks yang membutuhkan solusi dari semua pihak. Termasuk pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor lainnya.

Hal inilah yang menjadi perhatian Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan selama lebih dari 30 tahun. Lembaga nirlaba yang didirikan sejak tahun 1995 ini, selama bertahun-tahun membuka warung kopi dan mie instan gratis.

“Perhatian kami membantu musafir, orang yang tengah dalam perjalan, supir angkot, supir taksi, ojek online, dan pejalan lainnya. Termasuk pemulung, kuli bangunan, tukang angkut sampah, dan orang-orang lapar,” terang Eddie Karsito, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

Seniman dan penggiat budaya ini ditemui saat melayani pemulung sarapan di warung kopi dan mie instan gratis, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025).

Eddie Karsito, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, saat melayani pemulung sarapan di warung kopi dan mie instan gratis, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (12/09/2025).
Eddie Karsito, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, saat melayani pemulung sarapan di warung kopi dan mie instan gratis, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (12/09/2025).

Bukan Ceramah Melainkan Tindakan

Festival Walet Emas 2026 di TMII: Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jabodetabek

Respons terhadap penderitaan orang lain, kata Eddie Karsito, seharusnya bukan berupa ceramah, melainkan tindakan. 

Sering ketika orang dalam keadaan lapar diberi nasihat agar bersabar. Kadang nasihat itu bukan dari sesama orang lapar, tapi dari mereka yang tidak merasakan lapar.

“Orang lapar bukan cuma diceramahi. Disuruh ikhlas, disuruh sabar. Mereka wajib ditolong diberi bantuan. Ini tuntutan moral yang tak bisa ditolak. Kita tidak hanya dihadapkan pada rasa iba, tapi pada tanggungjawab untuk bertindak,” tegas Eddie Karsito.

Warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.
Warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.

Sejak didirikan, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan membina ratusan pemulung. Sebagian diantaranya adalah janda-janda lanjut usia, ada yang usianya mencapai 97 tahun. 

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga menyantuni kaum dhuafa, fakir miskin, dan puluhan anak yatim dan dhuafa non-panti. Mengurus anak-anak pemulung dapat melanjutkan sekolah, serta memenuhi kebutuhan sepatu, seragam dan peralatan sekolah mereka.

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Bantu Keluarga Pemulung Agar Anaknya Bisa Sekolah

Pantang “Meminta-minta” Sumbangan

Berbeda dengan lembaga sosial kebanyakan, pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan sepakat tidak “meminta-minta” bantuan dari pihak manapun, termasuk ke Pemerintah. 

Para pemulung di warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.
Para pemulung di warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.

Sedekah yang disalurkan bukan dari usaha kolektif meminta sana-sini melalui penyebaran proposal dan bentuk lainnya. Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tidak punya donatur tetap.

“Apa yang kami bagikan merupakan bantuan internal, dari para pengurus yayasan dan anggota Sanggar Humaniora. Sedekah dari pihak lain ada, tapi sifatnya bukan kami minta. Melainkan sumbangan dari dermawan atas kepedulian mereka yang ingin berbagi. ” ungkap Eddie.

Belakangan, kata Eddie, menjamur institusi atas nama lembaga agama muncul mencari sumbangan berdalih membantu korban bencana, memberi makan anak yatim dan fakir miskin. 

Fathan Subchi: Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal PDBN 2026

Bahkan secara masif mereka kerap beriklan di media sosial dengan menyebarkan berbagai nomor rekening dari sejumlah bank.

Warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.
Warung kopi dan mie instan gratis yang dikelola Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi.

“Tak jarang agama sekedar packaging and labeling. Sekedar papan nama. Tak menyentuh ke akar masalah,” tegas pekerja sosial yang juga seorang wartawan ini.

Budaya dan Ekspresi Kemanusiaan

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menciptakan simbiosis mutualisme antara kebajikan sosial dan kegiatan budaya. Upaya kesejahteraan sosial yang disinerjikan dengan kegiatan budaya; aktivitas yang terkait dengan seni, tradisi, dan ekspresi kemanusiaan lainnya.

“Kebajikan sosial dan kegiatan seni budaya saling berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kohesi sosial. Mudah-mudahan menciptakan siklus positif bagi masyarakat,” pungkas Eddie Karsito. (Red/***)

Bagikan Artikel