JAKARTA, VISTANEWS.ID – Tim putri bulu tangkis Indonesia harus mengakui kehebatan tim putri Jepang pada laga penyisihan grup X Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Siti Fadia, dkk kalah 2-3 dari Arisa Igarashi, dkk. di Qingdao Conson Gymnasium, Laoshan, Cina, Kamis (5/2).
Pada laga pertama, tim Indonesia menurunkan penulu tangkis muda Thalita Ramadhani Wiryawan yang masih minim pengalaman menghadapi Riko Gunji. Hanya dalam waktu 36 menit wakil Jepang menang 21-14, 21-16 atas Thalita.
Ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tampil apik dan berhasil menyamakan skor 1-1, setelah menang 21-12, 18-21, 23-21 dari Arisa Igarashi/Chiharu Shida yang menghabiskan waktu selama 77 menit.

“Sebetulnya di gim ketiga juga tidak menyangka bakal bisa menyusul dan bisa menang. Kami sudah tertinggal cukup jauh, cukup tertekan tapi kami coba buat mengikuti instruksi pelatih, coba tetap yakin dan percaya sama kemampuan individu maupun partner. Pelan-pealn, satu poin demi satu poin akhirnya bisa keluar dari tekanan.
Ini rezeki juga dari Tuhan karena di poin terakhir, koknya sudah tanggung tapi Arisa tidak sempurna melakukan pukulan dan membentur net. Kemenangan ini jadi menambah kepercayaan diri kami dan semoga teman-teman juga semakin percaya pada kemampuannya,” ucap Rachel/Febi usai pertandingan.
Pada pertandingan ketiga, tunggal putri Mutiara Ayu Puspitasari yang kemarin berhasil meraih kemenangan di laga ini harus mengakui kehebatan wakil Jepang, Hina Akechi dan kalah dua gim langsung 2-21, 9-21 dalam waktu 29 menit.
Ini kekalahan kedua kalinya Mutiara dari Akechi dalam dua kali pertemuannya, sebelumnya Akechi menang di turnamen Allianz Malaysia Super 100 2025 di Johor Bahru, Malaysia.

“Perlu diakui Hina Akechi permainannya sangat cepat. Dari awal startnya saya sudah kalah jadi untuk keluar dari tekanan cukup sulit,” ungkap Mutiara.
Jepang memastikan kemenangan 3-1 atas Indonesia saat di pertandingan keempat ganda putri, Kie Nakanishi/Miyu Takahashi sukses menaklukkan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti 22-20, 21-16.
‘Sebenarnya pola permainan mereka sudah kepegang dari awal gim pertama kita hanya di akhir-akhir kami kurang yakin dan terlalu buru-buru juga. Walau mereka pasangan dadakan dan belum pernah turun sebelumnya tapi kalau pola permainan sih sama kayak ganda-ganda Jepang yang lain, bedanya mereka kidal-kidal jadi sedikit agak kagok di kaminya.
Kami mohon maaf belum bisa menyumbang poin, tadi kami sudah melakukan yang terbaik tapi hasil belum sesuai yang diharapkan. Next ayo kita coba lagi,” ucap Siti Fadia yang juga Kapten Tim Indonesia di BATC 2026.

Penampilan terakhir tunggal putri Indonesia yang sudah tidak bisa merubah keadaan, justru dapat mencuri kemenangan atas tim Jepang. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi berhasil kalahkan Yuzuno Watanabe dua gim 21-6, 22-20. Kemenangan Dhinda menjadikan skor akhir Indonesia vs Jepang 2-3.
“Senang bisa turun di ajang BATC ini, senang juga bisa menyumbang poin dengan dukungan penuh dari tim di belakang,” tutur Dhinda yang mengidolakan An Se Young (Korsel) peringkat pertama dunia tunggal putri.
Meski kalah dari Jepang, tim putri Indonesia tetap melaju ke perempat final BATC 2026 menghadapi tim putri Tailan yang akan tanding, Jumat (6/2) jam 10.00 pagi di Qingdao Conson Gymnasium, Laoshan, Cina. (May)

