VistaBiz
Beranda » Berita » VistaBiz » Pablo Fernandez Gagal Jadi Pendeta, Sukses Sebagai Pengusaha Bir

Pablo Fernandez Gagal Jadi Pendeta, Sukses Sebagai Pengusaha Bir

(Foto - @coronaextra.idn)
(Foto - @coronaextra.idn)

MEKSIKO, VISTANEWS.ID – Awalnya ia bercita-cita menjadi pendeta, dan akhirnya ia menciptakan bir paling terkenal di dunia. 

Pablo Diez Fernandez lahir di Spanyol dari keluarga petani sederhana. 

Saat itu, seminari hampir menjadi satu-satunya cara untuk mengakses pendidikan dan stabilitas, jika Anda tidak terlahir kaya. 

Dan Pablo tidak hanya melihat peluang. Ia juga merasakan panggilan religius yang sejati. 

Namun takdir sudah berkata lain. Ia berusia 20 tahun ketika masalah kesehatan memaksanya meninggalkan ordo religiusnya. 

Sarinah Tegaskan Peran Strategis dalam Penguatan Ekspor Produk Lokal di Indonesia Pavilion, World Economic Forum 2026

Hanya beberapa hari setelah ditahbiskan, apa yang tampak seperti akhir justru menjadi awal. Awal sebuah kekaisaran. 

Pada tahun 1905, dengan uang pinjaman dari para biarawan yang sama yang melatihnya, ia menyeberangi Atlantik ke Meksiko, tanpa menyadari bahwa ia akan mengubah sejarah selamanya. 

Ia tiba sebagai orang biasa dan mulai menguleni roti di sebuah toko roti sederhana. 

Bakatnya dalam berhitung membuat pemiliknya mempercayakan urusan akuntansi kepadanya. 

Dan hanya dalam beberapa tahun, dengan usaha dan pinjaman, ia membeli toko roti itu untuk dirinya sendiri. 

JWX 2026 Digelar, Ada Jam Tangan Harganya Rp11,5 Miliar

Namun Pablo tidak puas. Ia menyadari bahwa semua ragi di Meksiko diimpor. Dan ia melihat peluang besar.

Ia menginvestasikan kembali keuntungan dari toko rotinya, mendatangkan investor kecil, dan mendirikan pabrik ragi pertama di negara itu. 

Hal ini menjadikannya pelopor industri makanan Meksiko. Dan inilah kisah epiknya: pada tahun 1922, ia meyakinkan sekelompok investor untuk bertaruh pada hal yang tak terpikirkan: mendirikan pabrik bir Meksiko. 

Ketika pasar didominasi oleh merek asing, Cerveceria Modelo lahir, dan hanya tiga tahun kemudian, pada tahun 1925, Corona lahir. 

Namun, jurus jitu datang pada tahun 1936 ketika rekannya berencana membeli semua saham, termasuk milik Pablo, untuk mengendalikan pabrik bir tersebut. 

WINGS Food Luncurkan Ramen YES, Pengalaman Ramen Legendaris Jepang yang Praktis dan Terjangkau

Pablo bertindak gegabah dengan meminta pinjaman dari bank nasional dan akhirnya membeli saham semua orang. Dengan demikian, Corona menguasai seluruh kerajaan bisnisnya. 

Corona berubah dari merek lokal menjadi menaklukkan lebih dari 180 negara, menjadi bir Meksiko yang paling dikenal di dunia. 

Ia meninggal pada tahun 1972, masih menjadi salah satu pengusaha paling sukses. (Red/KD)

Bagikan Artikel