VistaTainment
Beranda » Berita » VistaTainment » Perayaan 30 Tahun Miles Films, Sherina Munaf Terharu Kenang Elfa Secioria 

Perayaan 30 Tahun Miles Films, Sherina Munaf Terharu Kenang Elfa Secioria 

Sherina Munaf saat menghadiri pameran 'Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar' yang digelar di Galeri Lokananta, Surakarta. (Foto - YRK)
Sherina Munaf saat menghadiri pameran 'Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar' yang digelar di Galeri Lokananta, Surakarta. (Foto - YRK)

SURAKARTA, VISTANEWS.ID – Perjalanan 30 tahun Miles Films tak sekadar catatan sejarah perfilman Indonesia, tetapi juga jadi ruang penuh kenangan bagi para pelaku kreatif yang tumbuh bersama karya-karyanya.

Salah satu momen paling emosional hadir dari Sherina Munaf saat menghadiri pameran ‘Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar’ yang digelar di Galeri Lokananta, Surakarta.

Pameran yang berlangsung mulai 27 Januari hingga September 2026 ini menjadi bagian dari perayaan tiga dekade Miles Films, hasil kolaborasi dengan .this/PLAY Studio dan Lokananta.

Melalui berbagai instalasi audio visual, publik diajak menyusuri perjalanan musik yang menghidupkan film-film ikonis Miles sejak 1995.

Bagi Sherina, pameran tersebut menghadirkan pengalaman yang sangat personal. Saat mencoba salah satu instalasi suara, ia mendengar kembali rekaman dari tahun 2000 yang menampilkan suara mendiang Elfa Secioria, sosok komposer legendaris yang menjadi penata musik film Petualangan Sherina.

Blok M Reborn: Satukan Mobilitas dan Gaya Hidup di Ruang Transit

Sherina Munaf (tengah) saat menghadiri pameran 'Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar' yang digelar di Galeri Lokananta, Surakarta. (Foto - YRK)
Sherina Munaf (tengah) saat menghadiri pameran ‘Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar’ yang digelar di Galeri Lokananta, Surakarta. (Foto – YRK)

‘Ketika menekan instalasinya, tiba-tiba keluar suara Om Elfa. Rasanya seperti beliau hadir lagi, dekat sekali,” ungkap Sherina.

Momen tersebut seketika membawa ingatan Sherina pada masa awal kariernya di dunia film dan musik. 

Ia mengenang proses rekaman soundtrack Petualangan Sherina, saat dirinya berada di dalam studio rekaman sementara Elfa Secioria mengarahkan musik dari balik ruang operator.

“Rasanya seperti kembali ke masa itu. Aku di recording booth, Om Elfa di belakang kaca. Jadi benar-benar kena dihati,” ujarnya.

Elfa Secioria, yang wafat pada 2011 di usia 51 tahun, dikenal sebagai figur penting dalam sejarah musik film Indonesia.

PBSI Dukung BWF Lakukan Transformasi Besar Era Menuju Masa Depan Bulu tangkis Global

Karyanya di Petualangan Sherina bukan hanya melahirkan lagu-lagu ikonis, tetapi juga membentuk karakter musikal film anak Indonesia pada masanya.

Tak heran jika film tersebut memiliki tempat khusus dalam hidup Sherina. Ia menyebut Petualangan Sherina sebagai bagian dari perjalanan tumbuhnya di industri kreatif.

“Semua musik di film itu diciptakan oleh almarhum Om Elfa, yang juga guru aku. Jadi karya itu sudah jadi bagian dari hidupku,” ucapnya.

Lebih dari nostalgia, Sherina juga mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang Miles Films — rumah produksi yang membesarkan namanya sejak kecil hingga kini.

“Aku sangat bangga bisa tumbuh bersama Miles Films. Bagi aku, Miles bukan cuma rumah produksi, tapi rumah dan keluarga,” katanya.

Erwan Hendarwanto Asisten Pelatih PSIM Dipinjamkan ke Garudayaksa FC

Pameran ‘Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar’ menyoroti peran musik sebagai fondasi penting dalam sinema Miles Films. Mulai dari era analog hingga digital, dari layar lebar hingga memori kolektif penonton, musik menjadi benang merah yang mengikat identitas estetik Miles.

Creative Director Miles Films, Riri Riza, menegaskan bahwa musik bukan sekadar elemen pelengkap dalam film. 

“Musik menyatu dengan dialog dan desain suara. Ia membangun emosi, ritme, dan menandai zaman dari setiap film,” ucapnya.

Selama tiga dekade, Miles Films melibatkan deretan penata musik ternama seperti Elfa Secioria, Djaduk Ferianto, Melly Goeslaw & Anto Hoed, Indra Lesmana, Erwin Gutawa, hingga Sherina Munaf sendiri.

Tak hanya itu, berbagai musisi dan band turut menghadirkan lagu-lagu yang melekat kuat di budaya pop Indonesia, mulai dari Garasi, Mocca, Nidji, Gigi, hingga RAN dan Anggun C. Sasmi.

Eksplorasi musik juga terlihat lewat film musikal Miles Films, dari Petualangan Sherina (2000), Untuk Rena (2005), hingga Rangga & Cinta (2025) yang menghadirkan musikal romansa dengan pendekatan generasi baru.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat langsung arsip musik, lirik, notasi, hingga instalasi studio rekaman yang memungkinkan publik merasakan bagaimana suara dan gambar berpadu menciptakan emosi sinematik.

Dipilihnya Lokananta sebagai lokasi pameran pun memiliki makna historis. Sebagai cagar budaya musik Indonesia, Lokananta menjadi ruang ideal untuk membaca hubungan panjang antara film dan musik nasional.

Produser Mira Lesmana menekankan bahwa pencarian musik dalam film selalu menjadi proses panjang yang penuh eksplorasi.

“Musik selalu kami pikirkan sejak awal pengembangan film. Lewat pameran ini, kami berharap pengunjung bisa merasakan semangat, tantangan, dan kegembiraan dalam proses kreatif kami,” ungkap Mira.

Pameran ‘Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar’ resmi dibuka pada 26 Januari 2026 dan dapat dikunjungi publik mulai 27 Januari hingga September 2026 di Galeri Lokananta, Surakarta. (Red/Ign)

Bagikan Artikel