JAKARTA, VISTA.CO.ID – Momen Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 2026, desainer busana muslim Nina Nugroho meluncurkan dua koleksi terbaru, yakni koleksi Ramadan dan koleksi Raya yang mengusung konsep modern, elegan, serta sarat makna pemberdayaan perempuan.
Untuk koleksi Ramadan, Nina Nugroho menghadirkan abaya profesional yang dirancang khusus bagi perempuan muslimah aktif. Desainnya tetap modern dan fleksibel sehingga dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas selama bulan suci.
“Kalau ada acara buka puasa bersama di kantor, lalu dari kantor lanjut ke acara keluarga atau teman, busana ini masih sangat cocok dipakai,” jelas Nina Nugroho saat jumpa pers di Humble Baker, Petogogokan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Koleksi abaya Ramadan ini hadir dalam empat pilihan warna dengan bahan satin yang lembut namun tidak terlalu mengilap, sehingga tetap terlihat elegan dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Selain itu, tema tersebut juga mengajak masyarakat untuk kembali pada nilai kebersamaan keluarga. Untuk pertama kalinya, Nina Nugroho menghadirkan koleksi sarimbit atau couple yang dapat dikenakan pasangan suami istri saat Lebaran.
Dalam koleksi Raya ini terdapat 14 desain, terdiri dari 7 busana perempuan dan 7 busana pria. Pilihan warnanya didominasi warna solid seperti krem, cokelat, putih, marun, dan pink lembut.

“Untuk tahun 2026 ini memang banyak yang memilih warna cokelat dan marun. Tapi brand Nina Nugroho sebenarnya tidak mengikuti tren warna, kami lebih fokus pada warna-warna solid yang mencerminkan kekuatan perempuan,” jelasnya.
Tidak hanya menonjolkan desain, koleksi ini juga membawa misi sosial. Tenun Garut yang digunakan diproduksi oleh para pengrajin perempuan, sebagai bagian dari upaya memberdayakan ekonomi perempuan melalui industri fashion.

Meski demikian, Nina Nugroho tetap berupaya menjaga harga agar tetap terjangkau dengan menekan margin keuntungan di tengah kenaikan harga bahan baku.
Koleksi Raya Nina Nugroho dibanderol mulai dari sekitar Rp1,5 juta.
“Kami berusaha tetap memberikan harga yang sama agar tidak membebani konsumen,” ujarnya.

Melalui koleksi ini, Nina Nugroho berharap busana tidak sekadar menjadi tren, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan diri dan keberdayaan perempuan Indonesia.
“Fashion adalah cara perempuan menghargai dirinya dan menampilkan jati dirinya,” pungkas Nina Nugroho. (Ign)

