JAKARTA, VISTANEWS.ID – Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menerima dan menghormati keputusan atlet tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang mengajukan pengunduran diri dari Pelatnas PBSI.
Keputusan tersebut disampaikan Gregoria setelah melalui komunikasi dan pembicaraan bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari.
Dalam surat yang disampaikannya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.
PP PBSI memahami keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya.
Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.

Selama menjadi bagian dari Pelatnas, Gregoria telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulu tangkis Indonesia di level internasional. Dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesia.
PP PBSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional.
PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.
Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung membatalkan keikutsertaannya dalam tim Piala Sudirman Indonesia 2025 setelah didianogsis dokter mengalami sakit Vertigo.
Jorji biasa Gregoria disapa juga meminta cuti dari pelatnas PBSI selama menjalani perawatan dan pegobatan sakitnya.
BWF juga telah menyetujui protected ranking (peringkat dilindungi) untuk Gregoria hingga akhir tahun 2026, yang diajukan PBSI pada akhir 2025.
Ini berarti peringkatnya tidak akan turun drastis meski absen bertanding. Berdasarkan data Maret 2026, peringkatnya sempat turun ke posisi 47.
Prestasi Jorji terakhir yang membanggakan adalah merebut medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Setelah lawan di perebutan tempat ketiga, Carolina Marin (Spanyol), mundur karena cedera lutut.
Pencapaian ini adalah medali pertama sektor tunggal putri Indonesia sejak 2008 yang dipersembahkan Maria Kristin Yulianti. (*/May)

