JAKARTA, VISTANEWS.ID – Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), Fathan Subchi, mengajak masyarakat Demak yang berada di perantauan dan Jabodetabek untuk bersatu membangun Demak sebagai tanah kelahiran.
Hal ini disampaikan Fathan dalam acara silaturahmi dan buka bersama Ramadan 2026 yang digelar PDBN di Rumdin BPK RI, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Hadir dalam kesempatan itu, sesepuh dan Senior Pengurus DPP PDBN, Pengurus PDBN Jabodetabek, Perwakilan Kalimantan, Kepulauan Riau, Jateng, Jabar, Banten, serta para tamu Undangan.
Acara tersebut rutin setiap tahun diadakan, juga sebelumnya memberikan santunan anak yatim. Selanjutnya akan diadakan mudik gratis 2026 menggunakan 5 – 8 Bus untuk masyarakat Perantauan Demak.
Selain itu, rencananya akan menggelar acara Halal Bihalal PDBN di Ancol, Jakarta Utara.
Fathan berharap, masyarakat Demak di perantauan dapat meningkatkan anjangsana sebagai wujud silaturahmi dan membangun Demak menjadi lebih maju.
“Kiprah-kiprah kita, partisipasi kita, komitmen kita, hal-hal yang menyangkut Demak semua bisa berkontribusi apapun bentuknya,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, Fathan juga menekankan pentingnya mengelola potensi Demak, seperti pertanian, pendidikan, peternakan, kelautan, wisata, dan lainnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi dan berkolaborasi dalam memajukan Demak.
“Paguyuban Demak Bintoro Nusantara bagian dari salah satu forum silaturahmi atau forum kerja sama yang diharapkan menjadi penguat sinergitas dengan Pemkab Demak,” kata Fathan Subchi.
“Bekerja saling kolaborasi menghasilkan satu rumusan dan kerja konkret bisa kita lihat. Tidak usah menghiraukan yang tidak penting,” sambungnya.
Pria yang juga Anggota VI BPK RI ini, mengajak bersama untuk berkomitmen dan berkontribusi memajukan Kota Demak yang maju.
“Kami akan wakafkan diri dengan segala waktu, tenaga, energi dan semua yang ada untuk Demak yang lebih maju,” katanya.
“Dengan sebagian waktu yang masih kita miliki, selesai aktivitas kerja, mari terus kita lakukan khidmah & kontribusi bagi Kabupaten Demak, baik secara pribadi atau kolektif/berjama’ah, dengan kapasitas kekuatan energi kita masing-masing untuk kebaikan bagi masyarakat Demak, atas dasar Kecintaan bagi warga sesama,” tandas mantan Anggota DPR RI ini.
Sementara itu, Prof. Ali Muktiyanto Rektor Universitas Terbuka (UT) yang ditunjuk sebagai koordinator PDBN bagi Demak Bangkit mengungkapkan, buka bersama kali ini membawa amanat kepada kita untuk menuntaskan ide dan strategi besar untuk Demak Bangkit dalam bentuk kajian komprehensif.
Selanjutnya mematangkan ide-ide dan strategi besar dalam beberapa hal penting, namun tidak terbatas padanya:
1. Lanskap/peta baru Demak masa kini dan depan (environmental scanning-SWOT analysis)
2. Visi dan Strategi penyelamatan dan pembangunan Demak Bangkit
3. Road map Demak Bangkit
4. Quick win dan RPJP/M: pendidikan, pertanian, peternakan, kelautan, wisata, dan lainnya.
“Hasil kajian di atas akan kita sanctioning secara snowball ke para tokoh, alim ulama dan pengurus PDBN dan puncaknya kepada Pemda Demak,” ujarnya.
Prof. Ali menjelaskan, beberapa hal dapat dilakukan dimulai untuk memajukan pendidikan mulai dari pesantren hingga Perguruan Tinggi, termasuk opsi membangun Perguruan Tinggi berbasis STEMA (Science, Technology, Engineering, Math, and Art); Memajukan pertanian, termasuk membina kelompok-kelompok petani produktif; dan Kolaborasi dengan IPB, UT, UIN Banten dan Undip.
“Kita bisa membayangkan kalau PDBN membuat Akademi Pertanian Modern. Kampus akademi khusus pertanian dan alumninya dididik untuk menjadi Petani modern dan milenial,” ujarnya.
Dijelaskannya, Keunggulan kompetitif yang dimiliki Demak sebagai daerah pertanian yang luas dengan dukungan waduk Kedung Ombo sebagai sumber irigasi, menjadi potensi Demak sebagai sentra Ketahanan Pangan di Indonesia.
“Jika ketahanan pangan sudah dicapai, maka Demak bisa menaikkan bargaining position yang lebih kuat ke Pemerintah Pusat untuk meminta alokasi dana yang lebih besar, sebagaimana daerah-daerah yang mempunyai wilayah pertambangan,” imbuhnya.
Prof Ali Muktiyanto menambahkan, Kita akan inventarisasi apa-apa yang menjadi target besarnya. Diantaranya:
1. Bidang Pendidikan: pendirian akademi pertanian terpadu dengan pendidikan dasar hingga menengah (formal, informal nonformal)
2. Bidang Pertanian dan Perkebunan, budidaya komoditas pertanian dan perkebunan unggulan
3. Bidang Kelautan dan Perikanan, modernisasi perikanan air tawar dan laut serta ketahanan nelayan
4. Bidang Pariwisata, Seni dan Budaya, konektivitas wisata religi, agro, laut dan heritage
5. Bidang Investasi dan Industri Unggulan.
“Untuk kebutuhan lahan kampus, kita bisa dekati Manajemen Masjid Agung Demak dan Pemda untuk dapat memanfaatkan tanah wakaf yang dikelola Masjid Agung Demak, atau kerjasama dan bila perlu membeli,” pungkasnya. (*/Ign).

