VistaNews
Beranda » Berita » VistaNews » Hibah Pesawat Manasik Haji di Aceh, Garuda Kembalikan Jejak Sejarah Seulawah

Hibah Pesawat Manasik Haji di Aceh, Garuda Kembalikan Jejak Sejarah Seulawah

Peresmian hibah satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh dari Garuda Indonesia, Minggu (15/2/2026). (Foto - Dok.GI)
Peresmian hibah satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh dari Garuda Indonesia, Minggu (15/2/2026). (Foto - Dok.GI)

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Guna meningkatkan kualitas penyelengaraan haji, Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. 

Langkah maskapai pelat merah itu, bukan sekadar simbol atau pajangan, hibah ini dirancang sebagai sarana praktik langsung bagi calon jemaah.

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Minggu (15/2/2026). 

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu telah dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif. 

Tenun Tidore Hadir pada Acara Bulan Indonesia 2026 di Hamburg

Calon jemaah kini dapat mempraktikkan langsung proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur selama penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji. Saat hari keberangkatan tiba, mereka lebih tenang dan siap,” kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2/2026). 

Peresmian hibah satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh dari Garuda Indonesia, 
Minggu (15/2/2026). (Foto - Dok.GI)
Peresmian hibah satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh dari Garuda Indonesia,
Minggu (15/2/2026). (Foto – Dok.GI)

Langkah ini, menjawab persoalan klasik yaitu kecemasan jemaah, terutama lansia, saat pertama kali menghadapi perjalanan udara panjang. 

Selain itu, manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran.

Penempatan pesawat di Aceh juga memiliki nilai historis. Dari daerah ini lahir Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI-001 yang didukung rakyat Aceh. 

Festival Walet Emas 2026 di TMII: Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jabodetabek

Hibah ini, menjadi penghormatan atas kontribusi tersebut, sekaligus mengembalikan jejak sejarah ke tanah asalnya.

Di bawah kepemimpinan Glenny H. Kairupan, Garuda menegaskan perannya sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem haji nasional. 

Sinergi pemerintah pusat, maskapai, dan daerah kini bergerak lebih konkret—mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi.

Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara mental dan teknis menghadapi penerbangan haji yang sesungguhnya. (*/Ign)

Fathan Subchi: Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal PDBN 2026
Bagikan Artikel