VistaSport
Beranda » Berita » VistaSport » PP PBSI Minta Maaf Tim Piala Thomas Gagal di Fase Grup

PP PBSI Minta Maaf Tim Piala Thomas Gagal di Fase Grup

Anthony Sinisuka Ginting saat kalah dari wakil Prancis Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22 di babak penyisihan grup D Piala Thomas 2026 di Fotum Horsens, Denmark, Rabu (29/4). Foto: PBSI

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan hasil dan evaluasi atas penampilan Tim Thomas Indonesia pada ajang Thomas & Uber Cup Finals 2026 yang berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.

Pada edisi kali ini, Tim Thomas Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Tailan, dan Aljazair.

Persaingan di Grup D berlangsung ketat sejak pertandingan pertama, di mana setiap tim menunjukkan performa terbaiknya untuk mengamankan tiket ke babak perempat final.

Menjelang laga penentuan melawan Prancis, peluang Indonesia untuk lolos ke babak perempat final masih terbuka lebar dengan beberapa skenario.

Indonesia dipastikan akan keluar sebagai juara grup apabila mampu menang dengan skor 3-2. Jika kalah tipis 2-3, Indonesia tetap berpeluang lolos sebagai runner-up grup.

Mauricio Souza Senang 4 Pemain Persija Dipanggil Timnas

Namun, kekalahan dengan skor 1-4 atau 0-5 membuat Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak perempat final.

Indonesia sendiri sebelumnya berhasil meraih satu kemenangan penting atas Thailand dengan skor 3-2.

Namun demikian, langkah Indonesia harus terhenti di fase grup setelah mengalami kekalahan dari Prancis dengan skor 1-4. Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir Grup D.

Sementara itu, Tailan keluar sebagai juara Grup D setelah mencatatkan kemenangan meyakinkan atas Prancis dengan skor 4-1. Prancis memastikan diri sebagai runner-up grup dan mendampingi Tailan melaju ke babak perempat final.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.

Fajar Alfian Kapten Tim Piala Thomas Minta Maaf, Indonesia Tersingkir dari Turnamen

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ucap Eng Hian dikutip dari Humas PBSI.

Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan bahwa secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis memiliki keuntungan tersendiri.

Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up.

Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan pemain Indonesia.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun dalam pertandingan tersebut, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram.

John Herdman Panggil 23 Pemain Persiapan ASEAN Championship 2026

Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak lagi optimal serta menurunnya akurasi pukulan, sehingga peluang untuk mengamankan poin tidak dapat dimaksimalkan. Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di gim penentuan.

Pada partai keempat, yang menjadi salah satu penentu peluang Indonesia untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final, pasangan Sabar/Reza diharapkan mampu menyumbangkan poin.

Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi. Namun dalam pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik.

Permainan yang kurang lepas serta tekanan dari lawan membuat peluang tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi kemenangan.

Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis diraih oleh sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan Popov bersaudara melalui pertarungan rubber game.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan.

Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

PP PBSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Piala Thomas.

Ke depan, PP PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. (*/May)

Hasil Pertandingan Piala Thomas Grup D, Indonesia (1) vs Prancis (4):

MS1: Jonatan Christie vs Christo Popov 19-21, 14-21
MS2: Alwi Farhan vs Alex Lanier 16-21, 19-21
MS3: Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22
MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21
MD2: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11

Bagikan Artikel