VistaOto
Beranda » Berita » VistaOto » Forland Hadir di Indonesia, Isi Pasar Kendaraan Niaga Listrik

Forland Hadir di Indonesia, Isi Pasar Kendaraan Niaga Listrik

Acara kerjasama dan penunjukan distribotur Forland, produsen kendaraan niaga terbesar di Tiongkok dengan PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS). Foto: Forland

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Penetrasi kendaraan listrik penumpang telah mencapai angka 15 persen, sedangkan adopsi kendaraan niaga listrik secara nasional di Indonesia masih di bawah 1 persen. Kondisi ini mencerminkan ruang pasar yang belum digarap dan memberikan kesempatan bagi pelaku global untuk membangun ekosistem sejak awal.

Melihat peluang tersebut, Forland, salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di Tiongkok, resmi memasuki pasar otomotif Indonesia melalui penunjukan Distributor PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS).

Forland telah memproduksi lebih dari 6,8 juta unit kendaraan dan mendistribusikannya ke-18 negara di berbagai kawasan dunia, menjadikannya salah satu kekuatan besar dalam industri kendaraan niaga internasional.

Produksi Lokal dengan target mencapai kandungan lokal TKDN sebesar 40 persen juga akan segera dimulai dengan fasilitas produksi di Jawa Barat.

Kemitraan dengan PT Tangguh Utama Sejahtera merupakan fondasi strategis untuk membangun jaringan distribusi dan layanan yang siap menjawab kebutuhan armada komersial Indonesia – mulai dari fleet operasional konvensional hingga kemungkinan integrasi kendaraan niaga listrik di masa depan.

Ketum PBSI Melepas Tim Thomas dan Uber 2026 Berangkat ke Horsens, Denmark

“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mendekati 15 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis – ini adalah kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal,” jelas JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia.

Indonesia secara proaktif mendorong transisi energi melalui roadmap elektrifikasi kendaraan dan kebijakan insentif EV, yang merupakan bagian dari komitmen nasional menuju net zero emission.

Kendaraan niaga, sebagai tulang punggung distribusi barang, berkontribusi signifikan terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu, elektrifikasi di segmen ini memiliki implikasi keseimbangan antara efisiensi operasional dan tujuan lingkungan jangka panjang.

Secara geografis dan demografis, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Permintaan domestik yang kuat dikombinasikan dengan konektivitas maritim yang luas menciptakan peluang jangka panjang sebagai pusat logistik regional.

Rayakan Dua Dekade Berkarya, SAMMY SIMORANGKIR Gelar Konser Tunggal di Jakarta

Masuknya Forland di tahap awal pertumbuhan Commercial EV memberikan perusahaan keunggulan dalam membangun jaringan layanan, distribusi, dan persepsi merek sebelum pasar menjadi lebih kompetitif.

“Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan logistik yang dinamis. Kami melihat Indonesia sebagai pasar kunci di Asia Tenggara untuk pengembangan kendaraan niaga modern dan solusi yang berkelanjutan,” kata Dong Yongsheng, GM Forland Overseas Business Department.

“Permintaan kendaraan niaga di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ekspansi logistik dan perdagangan digital. Sektor logistik diperkirakan akan terus berkembang dengan pertumbuhan tahunan rata-rata di kisaran 10-12 persen, didorong oleh infrastruktur, urbanisasi, dan e-commerce yang terus meningkat,” tambahnya.

Menurut laporan riset industri, nilai pasar logistik Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar Rp5.800 triliun pada 2024, setara dengan lebih dari 20 persen PDB negara, yang menunjukkan peran strategis sektor ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Pasar logistik e-commerce Indonesia sendiri diproyeksikan tumbuh signifikan – ukuran pasar logistik e-commerce diperkirakan mencapai USD5,7 miliar pada 2026 dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 8,4 persen dalam beberapa tahun ke depan, mencerminkan peningkatan volume pengiriman baik untuk B2C maupun B2B.

Eksel Runtukahu Menyerahkan ke Tuhan untuk Bisa Dipanggil Timnas

Distribusi last-mile kini menjadi aspek utama dalam strategi logistik, terutama di kota-kota besar, dimana konsumen mengharapkan layanan yang lebih cepat dan andal.

Sebagai bagian dari peluncuran merek di Indonesia, Forland akan memperkenalkan kampanye “The Unseen Giant”, menggambarkan kekuatan global perusahaan yang selama ini mungkin belum terlihat, namun memiliki dampak nyata di berbagai negara – dan kini mulai mengambil posisi di Indonesia. (*/May)

Bagikan Artikel