VistaEdu
Beranda » Berita » VistaEdu » Kemkomdigi Meluncurkan Fitur Bimbingan dan Konsultasi Adiksi Gim DARA

Kemkomdigi Meluncurkan Fitur Bimbingan dan Konsultasi Adiksi Gim DARA

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid (tengah) didampingi Tasya Kamila hadir pada acara peluncuran Fitur Bimbingan dan Konsultasi Adiksi Gim yaitu DARA (Digital Addiction Response Assistance). Foto: KemKomdigi

JAKARTA, VISTA.CO.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Indonesia Game Rating System (IGRS), bekerja sama dengan perusahaan rintisan yang bergerak di fitur digital wellbeing (Riliv), resmi meluncurkan Fitur Bimbingan dan Konsultasi Adiksi Gim yaitu DARA (Digital Addiction Response Assistance).

Ini sebagai upaya pemerintah dan negara untuk memberikan perlindungan dan bimbingan bagi masyarakat terkhusus orangtua dan anak-anak yang dirancang untuk mengenali dan menangani secara dini dampak adiksi gim pada anak, sekaligus mendukung implementasi sistem rating gim melalui praktik pendampingan yang lebih aplikatif di tingkat keluarga.

Peluncuran DARA diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan, Direktur Jenderal Ekosistem Digital dan Parenting Figure (Tasya Kamila).

Meutya Hafid telah menegaskan bahwa negara tidak boleh absen dalam merespon fenomena adiksi Gim di Masyarakat. Karenanya, peluncuran fitur bimbingan dan konsultasi adiksi Gim merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

Melalui fitur Bimbingan dan Konsultasi Adiksi Gim yang terintegrasi dalam platform IGRS, kami menghadirkan layanan yang dirancang untuk membantu orang tua, pendidik, maupun individu dalam memperoleh edukasi, melakukan asesmen awal, hingga mendapatkan konsultasi 1 on 1 secara daring bersama konselor profesional.

Manajemen Persija Lepas Mauricio Souza dari Posisi Pelatih

Fitur ini menjadi langkah preventif untuk mendukung deteksi dan penanganan dini, sehingga dampak adiksi gim pada anak dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Dengan pendekatan yang edukatif dan suportif, layanan ini diharapkan menjadi ruang aman bagi keluarga dalam membangun pola penggunaan gim yang sehat dan seimbang.

Dalam sesi GimTalks, para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem gim nasional yang aman, sehat, dan ramah anak.

Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Kepemudaan dan Start Up, memaparkan strategi jangka panjang pemerintah melalui penguatan regulasi, edukasi di era digital, serta kolaborasi multipihak untuk memastikan implementasi IGRS (Indonesia Game Rating System) dan fitur DARA (Digital Addiction Response Assistance) berjalan efektif dan inklusif di seluruh Indonesia.

Dari sisi industri, Shafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia, menegaskan dukungan terhadap prinsip responsible gaming melalui penerapan klasifikasi usia, transparansi konten, serta fitur pengawasan orang tua guna menciptakan ekosistem gim yang beretika dan berbudaya.

Sebulan Diplomasi Budaya melalui Bulan Indonesia di Kota Hamburg

Sementara itu, Efriyani Djuwita, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menyoroti pentingnya deteksi dini, pola pendampingan orang tua yang tepat, serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga profesional dalam mencegah dampak adiksi gim.

Dukungan terhadap fitur DARA juga disampaikan oleh Audrey Maximillian, CEO Riliv yang menjelaskan kemudahan akses, alur konsultasi, serta jaminan keamanan dan kerahasiaan fitur sebagai ruang aman bagi keluarga.

Turut hadir Tasya Kamila yang menekankan pentingnya pola asuh yang hadir dan empatik di era digital, serta mengapresiasi DARA sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam membantu orang tua mendampingi anak secara bijak dan preventif.

Pada peluncuran DARA, turut dihadirkan booth showcase studio gim ramah anak yang menampilkan karya dari empat studio nasional, yakni Gambir Studio, Educa Studio, LOGIC-Thizen Studio, dan Dead Leg Studio.

Booth ini menjadi ruang interaktif bagi pengunjung untuk mencoba langsung gim-gim lokal yang telah disesuaikan dengan klasifikasi usia IGRS, khususnya kategori 3+ dan 13+.

Starbucks Luncurkan Minuman Terbaru Aerocano di Acara Starbucks Run 2026

Kehadiran showcase ini menegaskan bahwa industri gim Indonesia mampu menghadirkan konten yang kreatif, edukatif, dan tetap memperhatikan aspek perlindungan anak, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem gim yang sehat.

Kemkomdigi mengajak seluruh orang tua, sekolah, komunitas Gim, hingga pelaku industri untuk memperkuat game rating awareness, meningkatkan pendampingan keluarga, dan memastikan pemanfaatan gim yang bijak dan bertanggung jawab. (*/May)

Bagikan Artikel