VistaStyle
Beranda » Berita » VistaStyle » Leny Rafael dan Anton Wibowo Tampilkan Koleksi Bertema Gama Sundara di Journey in Elysium

Leny Rafael dan Anton Wibowo Tampilkan Koleksi Bertema Gama Sundara di Journey in Elysium

Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/10/2025). (Foto - Istimewa)
Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/9/2025). (Foto - Istimewa)

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo, founder Wou Batik, kembali menampilkan koleksi terbaik dan terbaru yang bertemakan Gama Sundara. 

Koleksi tersebut diperagakan oleh model model cantik dalam pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/9/2025).

Dijelaskan Leny Rafael, makna dan filosofi Gama Sundara adalah perjalanan indah sebagai harmoni dua kota lekat dengan budaya tradisi yang berbalut modernitas Solo dan Jakarta.

Dari sisi kreatif, Leny Rafael mengaku terinspirasi oleh asal-usul dirinya dan Anton.

“Mas Anton kan dari Solo, saya dari Jakarta. Jadi kami memadukan akar budaya kami dalam satu harmoni visual,” ucap Leny Rafael.

Dealer Equipment Collection Hadirkan Fashion Ikonik Vespa

Corak desainnya padupadan motif pakem Truntum dari Solo dengan bunga khas Betawi seperti Melati, Tapak Dara, dan Bunga Tanjung. Masing-masing melambangkan kesucian, penyatuan, dan keanggunan.

Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/10/2025). (Foto - Istimewa)
Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/9/2025). (Foto – Istimewa)

Ruang peraga senja itu dipadati pengunjung yang menyaksikan busana  yang bertema “Celebrating 13 Years of Passion, Rhythm, and Sense”. 

Wou Batik Luxury by Leny Rafael tampilan Gama Sundara  memukau pengunjung dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari ibu-ibu sosialita yang hadir.

Khas Gama Sundara dominan warna-warna tanah yang hangat dan siluet busana yang bebas ekspresif. Delapan tampilan (look) yang ditampilkan menjadi simbol perjalanan batik menuju ruang fashion modern yang inklusif.

Founder Wou Batik, Anton Wibowo menjelaskan, Gama Sundara merupakan wujud komitmen brand-nya untuk memperkenalkan batik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga relevan dengan gaya hidup masa kini.

Ingin Umur Panjang, Hotman Paris Konsumsi Ramuan Herbal

“Kami ingin menunjukkan bahwa batik bisa stylish, modern, dan masuk ke semua kalangan. Dengan sentuhan desainer seperti Leny Rafael, batik menjadi sesuatu yang membanggakan untuk dipakai siapa pun, dari muda hingga dewasa,” ujar Anton Wibowo yang khusus datang dari Solo ke acara fashion show itu.

Melalui koleksi ini, Wou Batik menargetkan segmen profesional muda berusia 22 hingga 40 tahun, pasar yang dinilai dinamis dan terbuka terhadap inovasi. 

Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/10/2025). (Foto - Istimewa)
Koleksi desainer Leny Rafael dan Anton Wibowo bertema Gama Sundara di pagelaran busana Journey in Elysium, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (30/9/2025). (Foto – Istimewa)

Bagi Anton, peluncuran Gama Sundara bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional adalah strategi yang tepat.

“Momen ini sudah tertanam kuat di benak masyarakat. Kami manfaatkan untuk memperkuat awareness lewat edukasi, kampanye digital, dan peluncuran produk agar Wou Batik menjadi top of mind di hati konsumen,” jelasnya.

Selain meluncurkan koleksi Gama Sundara, Wou Batik juga memperkenalkan website resmi woubatik.com sebagai jembatan digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Cinta Laura Habiskan Momen Tahun Baru 2026 dengan Meditasi di Thailand

Melalui platform ini, brand batik modern tersebut tidak hanya menampilkan koleksi produk, tetapi juga membangun storytelling seputar filosofi motif, cara perawatan kain, hingga program loyalitas konsumen.

“Kami ingin konsumen merasa menjadi bagian dari komunitas Wou Batik,” kata Anton.

Leny juga menegaskan bahwa koleksi ini mengusung prinsip sustainable fashion dengan pendekatan zero waste sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan industri mode.

Leny menambahkan, tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan antara menghormati tradisi dan menghadirkan desain yang relevan bagi pasar modern, termasuk dalam bentuk aksesoris, tas, dan sepatu.

“Kuncinya adalah desain yang elegan, bisa mix and match untuk berbagai acara, dengan harga yang tetap terjangkau,” ujarnya.

Kehadiran Wou Batik by Leny Rafael di panggung Journey in Elysium juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Ketua Umum Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina), Endraswari Veve Safitri, memuji koleksi tersebut karena mampu menjembatani antara batik formal dan kasual.

“Warnanya cerah, bisa dipakai santai maupun resmi. Ini bukti batik bisa tampil fashionable tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya. (Red/KD)

Bagikan Artikel