JAKARTA, VISTANEWS.ID – Bir ditemukan secara tidak sengaja lebih dari 7.000 tahun yang lalu, di wilayah yang sekarang disebut Irak.
Pada mulanya ada peristiwa yang tidak disengaja. Suatu hari seorang petani meninggalkan sekotak biji-bijian basah.
Hari-hari berlalu, dan biji-bijian itu mulai berfermentasi.
Hasilnya adalah minuman yang bergelembung dan pahit, tetapi rasanya berbeda. Maka, lahirlah bir pertama. Tanpa disadari, mereka telah menciptakan minuman beralkohol tertua di dunia.
Di Mesopotamia kuno, bangsa Sumeria sudah membuat bir dan memujanya sedemikian rupa, sehingga mereka memiliki dewi bir bernama Ninkasi.
Mereka bahkan menulis resep di atas lempengan tanah liat. Bir begitu penting sehingga mereka membayar gaji dengan bir.
Seorang pekerja Ogincia bisa mendapatkan 4 liter sehari, dan itu bukan hanya untuk mabuk. Bir lebih aman daripada air karena merebus bahan-bahannya. Bir adalah obat, makanan, dan bahkan bagian dari ritual.
Beberapa sejarawan percaya bahwa pertanian lahir untuk membuat bir, bukan roti. Apakah mereka menanam biji-bijian? Hanya untuk mabuk?
Mungkin. Bir mungkin telah memicu awal mula peradaban. Sekarang, 7.000 tahun kemudian, minuman ini diminum di seluruh dunia. Tapi hanya sedikit yang menyukainya. (Red/KD)

