VistaTainment
Beranda » Berita » VistaTainment » Penjurian Awal Rampung, Pemenang FFW 2025 dari Tiga Genre Film akan Diumumkan November Mendatang

Penjurian Awal Rampung, Pemenang FFW 2025 dari Tiga Genre Film akan Diumumkan November Mendatang

Festival Film Wartawan (FFW) 2025.
Festival Film Wartawan (FFW) 2025.

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Sekitar 170 an film dari tiga genre drama, komedi, dan horor yang tayang di bioskop dan platform OTT dari Oktober 2024 sampai Oktober 2025 telah dinilai oleh 21 orang Juri Awal Festival Film Wartawan (FFW) 2025.

Dari 21 orang Juri Awal dibagi ke dalam tiga genre, setiap genre dinilai oleh 7 orang Juri secara intensif selama lebih dari tiga bulan.

Hasil penilaian Juri Awal terpilih lima nominasi dari masing masing unsur yang dinilai. Kemudian lima nominasi selanjutnya akan diputuskan pemenangnya oleh Juri Akhir 2025. Dan, para  pemenang diumumkan pada malam penganugerahan FFW 2025, di Jakarta November mendatang.

Dalam buku pedoman penjurian FFW 2025, ada sembilan unsur yang dinilai oleh Juri Awal yaitu Aktor Utama, Aktor Pendukung. Aktris Utama, Aktris Pendukung, Sutradara, Penulis Skenario, Editor, Kameramen, Penata Suara, dan Film Terbaik.

Deputi 1 Penjurian dan Litbang FFW 2025, Irish Riswoyo mengungkapkan, proses seleksi tahun ini berlangsung lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

Leo Pictures Rilis Teaser Poster Jangan Buang Ibu, Film Refleksi Hubungan Orang Tua dan Anak

“Tahun ini jumlah film yang masuk sangat banyak dan kualitasnya meningkat signifikan. Para juri awal benar-benar bekerja keras menyaring film-film yang tidak hanya kuat secara teknis, tapi juga memiliki kedalaman pesan dan keindahan sinema,” ujar Irish di sela Rapat Akhir Juri Awal FFW 2025 yang digelar di JTown, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dalam Rapat Akhir Juri Awal FFW 2025 yang didukung JTown dan LPK modern, Connecting College ini, para koordinator genre memaparkan hasil penilaian mereka di tiap genre yang masih saja alot hingga detik-detik terakhir.

Dalam penilaian Juri Awal FFW 2025, setiap karya dinilai berdasarkan keberanian mengangkat isu sosial dan kemasyarakatan, penyutradaraan, kekuatan cerita, akting dan sinematografi.

Genre horor disebut sebagai salah satu yang paling menarik tahun ini. Mulai banyak film horor yang tak sekadar menghadirkan ketakutan, tetapi juga menyelipkan refleksi moral dan kritik sosial yang kuat.

“Sudah mulai tak hanya menjual rasa takut, tapi juga menawarkan narasi filosofis, skenario yang dalam dan keberanian bereksperimen,” ungkap Ismail, salah satu juri awal FFW 2025.

Lagu “Come Back to Me” Dimas Senopati Jadi Original Soundtrack Film Pelangi di Mars

Untuk genre drama, sejumlah film tampil memukau dengan narasi yang menyentuh persoalan perempuan, keluarga, dan realitas sosial yang dekat dengan penonton. 

Sedangkan di kategori komedi, para juri menemukan kejutan dalam film-film yang berhasil menyatukan tawa dan sindiran sosial secara cerdas.

“Kita melihat komedi Indonesia kini tak lagi sekadar hiburan ringan, tapi menjadi ruang kritik sosial yang tajam, bahkan reflektif,” ujar Thomas Manggala, juri genre komedi yang juga ketua Juri Awal FFW 2025.

Hasil penjurian awal sudah diserahkan kepada Juri Akhir yang beranggotakan lima orang yakni sutradara senior Adisurya Abdy, tokoh film yang juga wartawan senior Firman Bintang, sineas Lola Amaria, wartawan yang juga sutradara Akhlis Suryapati dan akademisi Nurman Hakim.

“Kami ingin menjaga independensi dan integritas penjurian. FFW adalah festival apresiasi yang murni, lahir dari kepedulian wartawan terhadap kondisi sosial masyarakat dan kualitas film nasional,” ujar salah satu anggota Juri Akhir, Adisurya Abdy.

Candil Rilis Trilogi Lagu Religi, Jadi Perenungan Diri Seiring Bertambah Usia

Penyelenggaraan FFW 2025 sendiri memang ingin berbeda dari festival film lainnya serta memiliki makna penting dalam ekosistem film Indonesia.

“FFW bukan hanya ajang penghargaan, tapi ruang refleksi. Dari sini kita bisa melihat bagaimana film Indonesia tumbuh bersama masyarakatnya dengan isu-isu yang dekat, jujur, dan menggugah,” ujar Irish lagi.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran FFW membantu memperluas perspektif publik terhadap film nasional.

“Kritik dan apresiasi dari wartawan film adalah bagian dari ekosistem yang sehat. FFW memberi warna tersendiri bagi dinamika perfilman kita,” kata Irish. (Red/KD)

Bagikan Artikel