JAKARTA, VISTANEWS.ID – Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci bukan sekadar lukisan; melainkan sebuah enigma atau teka teki yang telah menggelitik dunia selama lebih dari 500 tahun.
Perjamuan Terakhir dilukis antara tahun 1495 dan 1498 di biara Santa Maria delle Grazie di Milan.
Asalnya bukan sekadar tugas keagamaan; da Vinci disewa oleh Adipati Ludovico Esforza untuk mendekorasi ruang makan para biarawan Dominikan.
Sebuah karya yang penuh misteri, simbol, dan sejumlah pertanyaan yang masih belum terjawab hingga saat ini.
Tidak seperti orang-orang sezamannya, Leonardo tidak menggambarkan para rasul secara statis, melainkan pada momen yang tepat.
Ketika Kristus mengumumkan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianati-nya, kekacauan, tatapan mata yang tajam, gestur ketidakpercayaan, setiap wajah merupakan potret emosi manusia yang hidup.
Leonardo mengamati orang-orang biasa di jalanan Milan, menggambar gestur mereka, seringai mereka, reaksi mereka, lalu memindahkannya kepada para rasul.
Ia tidak melukis orang-orang kudus yang tak terjangkau, melainkan manusia yang berdaging dan berdarah, dipenuhi keraguan, ketakutan, dan keterkejutan.
Tangan Yudas yang menggenggam kantong koin, pisau yang muncul di belakang Petrus, ketidakhadiran para santo dalam diri para rasul, bahkan sosok Yohanes, begitu halus sehingga beberapa orang percaya itu mungkin Maria Magdalena.
Perjamuan Terakhir tidak dirancang sebagai lukisan dinding, melainkan sebagai eksperimen dengan teknik-teknik baru. (Red/KD)

