JAKARTA, VISTANEWS.ID – Tim putra Indonesia terhenti di semifinal Badminton Asia Team Championship (BATC) setelah kalah 1-3 dari Jepang di Qingdao Conson Gymnasium, Sabtu (7/2) malam.
Kekalahan Indonesia dipastikan pada partai keempat melalui ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang tak mampu menghadang permainan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.
Pasangan muda Indonesia itu menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21, 15-21 dalam waktu 43 menit.
Meski secara peringkat lebih unggul, Raymond/Joaquin berada di posisi 17 dunia, sementara Takumi/Yuichi di peringkat 32 dan belum pernah bertemu sebelumnya dalam pertandingan.
“Hari ini kami bisa terus mendapat posisi menyerang tapi kami kesulitan mendapat poin. Mereka cukup rapat dan tenaga kami juga kondisinya sudah tidak 100 persen.
Memang hasilnya tidak sesuai harapan namun saya rasa, saya dan Raymond sudah melakukan yang terbaik. Kami mau minta maaf buat masyarakat Indonesia karena gagal menyamakan kedudukan,” ucap Joaquin.

Tim putra Indonesia, sebelumnya unggul atas tim Jepang, lewat kemenangan tunggal pertama Mohammad Zaki Ubaidillah yang tampil impresif saat menundukkan pemain senior Jepang Kenta Nishimoto dengan skor 22-20, 21-16. Indonesia unggul 1-0 atas Jepang.
Namun, kemenangan Ubed tak cukup mengangkat tim secara keseluruhan. Pada partai berikutnya, ganda pertama Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando gagal memberikan kejutan setelah kalah dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dengan skor 16-21, 17-21. Skor menjadi 1-1.
“Memang kami awalnya menyangka akan bertemu Hoki/Kobayasahi tapi dengan pasangan ini tidak jauh berbeda. Mereka kombinasi tangan kanan dan kiri juga. Mereka tidak mudah mati dan mainnya rapi, kami seharusnya lebih banyak adu pukulan dan tidak boleh mati sendiri,” kata Rian yang biasa berpasangan dengan Rahmat Hidayat.

Sementara itu, pada partai ketiga, tunggal putra kedua Prahdiska Bagas Shujiwo juga tak mampu mengatasi perlawanan Yushi Tanaka setelah kalah dengan skor 11-21, 15-21.
Secara peringkat BWF, Yushi Tanaka berada di nomor 19 dan lebih berpengalaman dibanding Bagas yang menempati peringkat 45.
“Saya pertama kali bertemu dia yang sudah punya banyak pengalaman. Dan saya masih belum bisa buat mematikan dia dan saya mendapat banyak pelajaran hari ini. Kecepatan dan penguasaan lapangan lawan sangat baik, sangat rapi. Saya sulit keluar dari tekanan.
Kondisi saya memang harus diakui sudah tidak 100 persen tapi itu bukan alasan kekalahan hari ini. Saya memang masih harus terus meningkatkan kemampuan,” ungkap Bagas.
Dengan hasil ini, partai kelima tunggal putra ketiga antara Richie Duta Richardo melawan Yudai Okimoto tidak perlu dimainkan.
Di Final akan bertemu tim putra Cina melawan tim putra Jepang. Tim Cina melaju ke final setelah mengalahkan tim Korsel 3-2. (May)

