VistaNews
Beranda » Berita » VistaNews » Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Berharap Banjir Rob di Sayung Demak Jadi Perhatian Presiden Prabowo

Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Berharap Banjir Rob di Sayung Demak Jadi Perhatian Presiden Prabowo

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak saat menggelar Istighosah banjir rob di kawasan yang dilanda banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (15/6/2025).
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak saat menggelar Istighosah banjir rob di kawasan yang dilanda banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (15/6/2025).

JAKARTA, VISTANEWS.ID  – Tokoh masyarakat Demak di Jakarta berharap Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dapat membantu menuntaskan banjir rob di Demak, Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kecamatan Sayung yang sudah bertahun-tahun melanda masyarakat setempat.

Sebelumnya, terkait fenomena banjir rob tersebut, pada Minggu (15/6/2025), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, menggelar Istighosah di kawasan yang dilanda banjir rob yakni di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Dalam momen itu, dihadiri Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mewakili Presiden Prabowo Subianto, Wakil Bupati Demak, KH. Muhammad Badrudin, Ketua PCNU Kabupaten Demak, KH. Muhammad Amin, hingga para perantauan masyarakat Demak.

Melalui keterangan Humas Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), Senin (16/6/2025), Hasan Fatoni selaku Ketua Umum PDBN menyampaikan bahwa Paguyuban Demak Bintoro Nusantara adalah bagian dari salah satu forum silaturahmi atau forum kerja sama yang diharapkan menjadi penguat dengan Pemerintah Kabupaten Demak.

“Bekerja saling kolaborasi menghasilkan satu rumusan dan kerja konkret bisa kita lihat. Tidak usah menghiraukan yang tidak penting,” kata pria yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat Demak. 

Fathan Subchi: Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal PDBN 2026

Hasan Fatoni juga mengajak masyarakat Demak di mana pun berada untuk berkomitmen dan berkontribusi memajukan Kota Demak yang maju. 

“Kami akan wakafkan diri dengan segala waktu tenaga energi dan semua yang ada untuk bagaimana Demak yang maju. Dengan separuh waktu yang masih kita miliki,” ujarnya.

“Jadi selesai aktivitas kerja, mari terus kita lakukan khidmah dan kontribusikan bagi Kabupaten Demak, baik secara pribadi atau kolektif, berjamaah, dengan kapasitas kekuatan energi kita masing-masing, atas dasar kecintaan kampung kelahiran dan bersatu padu untuk saling mendukung menghibahkan waktunya bagi Demak dan sesama bagi warga Demak,” pungkas Hasan Fatoni yang juga Ketua Komtap Penerapan Tekhnology tepat guna untuk UMKM KADIN Indonesia Pusat.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak saat menggelar Istighosah banjir rob di kawasan yang dilanda banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (15/6/2025).
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak saat menggelar Istighosah banjir rob di kawasan yang dilanda banjir rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (15/6/2025).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Paguyuban Demak Bintoro Nusantara, Mayjen TNI (Purn) Hartomo, mengungkapkan bahwa banjir rob itu dikarenakan naiknya air laut ke daerah daratan. Hal ini terjadi karena wilayah daratan di wilayah pantai yang lebih rendah.

“Ada beberapa cara menyelesaikan banjir rob, yaitu di antara dengan mengosongkan daerah itu dan memindahkan penduduknya ke daerah yang dataran lebih tinggi. Atau dengan membuat bendungan laut (seperti negara Belanda), hanya dengan cara itu yang bisa dilakukan,” jelasnya. 

YPPHUI Lakukan Kolaborasi Lintas Lembaga dalam Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional

Selanjutnya menurut Hartomo, perlu diperhatikan juga kualitas daerah yang kena rob. Apakah memang itu merupakan daerah yang sangat vital? 

Misalnya daerah itu merupakan daerah pusat pemerintahan, atau pusat industri strategis, yaitu merupakan suatu daerah yang harus dipertahankan? 

“Maka solusi terbaik dibuat bendungan laut, tetapi kalau itu merupakan daerah pemukiman biasa, maka yang paling rendahkan cost nya adalah pindahkan secara massal penghuninya,” kata mantan Kabais TNI ini.

Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Demak di Jakarta lainnya, Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si, bahwa, rob atau air pasang memang merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan terhadap permukaan laut. 

Namun, ketika fenomena ini berdampak pada hilangnya sejumlah desa, terendamnya ribuan hektar tambak dan sawah, rusaknya fasilitas sosial dan fasilitas umum, tenggelamnya ribuan rumah setiap hari, serta lumpuhnya akses jalan nasional Semarang–Demak secara rutin, maka ini bukan lagi sekadar gejala alam biasa. 

Kapolres Jaksel dan Kapolsek Pesanggrahan Bersama Kapolsek Jajaran Gandeng Ojek Online Gelar Patroli di Tiga Titik Ini

“Ini adalah bencana nasional yang nyata dan terus berlangsung. Kami menegaskan bahwa negara tidak boleh tinggal diam,” kata Guru Besar Universitas Terbuka ini.

Menurutnya, sesuai dengan amanat Konstitusi Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, wajib hukumnya untuk mengambil tindakan konkret demi melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah harus:

1. Menetapkan Sayung sebagai kawasan terdampak bencana rob permanen yang memerlukan penanganan lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan.

2. Menyusun dan melaksanakan rencana induk (masterplan) penanganan rob berbasis mitigasi jangka panjang dan adaptasi perubahan iklim.

3. Melindungi hak-hak warga negara yang kehilangan rumah, lahan mata pencaharian dan akses layanan dasar akibat bencana rob yang terus terjadi.

4. Mengalokasikan anggaran khusus untuk normalisasi wilayah, relokasi yang manusiawi dan pemulihan infrastruktur yang terdampak.

“Masalah rob bukan hanya urusan teknis hidrologi atau cuaca, tetapi sudah menyangkut keadilan ekologis dan keselamatan hidup rakyat. Negara tidak boleh abai,” kata Hanif Nurcholis.

“Kami menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Demak untuk menunjukkan keberpihakan dan tanggung jawab konstitusional kepada rakyat Sayung dan wilayah sekitarnya. Lindungi rakyat. Segera bertindak. Jangan tunggu semuanya tenggelam,” pungkas Ketua Dewan Pakar & Litbang PDBN ini. (Red/Ign)

Bagikan Artikel