VistaSport
Beranda » Berita » VistaSport » Indonesia Arena Kembali Jadi Saksi Final DBL Jakarta

Indonesia Arena Kembali Jadi Saksi Final DBL Jakarta

Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian (tengah) bersama para perwakilan tim putra dan putri Final DBL Jakarta 2025 usai pre-match conference di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: DBL/Dok)

JAKARTA, VISTANEWS.ID-DBL  Indonesia kembali menunjukkan konsistensinya dalam memberikan panggung bagi anak-anak muda di tanah air.

Hal ini terlihat melalui penyelenggaraan Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta yang kembali digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada Jumat, (21 /11/ 2025).

Sudah tahun ketiga DBL Indonesia menggunakan venue Indonesia Arena, menjadikannya ajang olahraga yang paling rutin memanfaatkan stadion tersebut.

Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian mengatakan, yang membedakan Final DBL Jakarta 2025 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah konsep acaranya.

“Tahun ini kami menyuguhkan konsep full sport and entertainment. Selain pertandingan final yang dibungkus dengan hiburan di venue, tahun ini kami juga punya zona konser. Di zona itu kami menggelar acara bernama ‘Sekalian Konser’,” kata Donny dalam keterangan resminya

Jazz Goes To Campus di Taman Ismail Marzuki, Sambut 50 Tahun JGTC dan 500 Tahun Jakarta


Empat artis akan meramaikan keseruan Final DBL Jakarta 2025. Mereka adalah The Lantis, The Jansen, dan Hivi! . Sementara di court, RAN akan mengisi jeda antara final putri dan putra.

Donny berharap konsistensi DBL Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bagi event olahraga lain. Dengan demikian, Indonesia Arena -stadion indoor berkapasitas super besar yang dibangun untuk Piala Dunia Basket 2023- bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

DBL Indonesia memang memiliki kedekatan kuat dengan Indonesia Arena. Final DBL Jakarta 2023 menjadi event pertama yang digelar di venue tersebut setelah Piala Dunia Basket selesai.

Pada musim berikutnya, Final DBL Jakarta 2024 kembali digelar di Indonesia Arena dengan catatan rekor 14.517 penonton, mengalahkan rekor pertandingan FIBA World Cup Kanada vs Spanyol (13.146 penonton).

Donny menyebut musim ini, DBL Jakarta digelar di lima region—sebelumnya empat—yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Ronaldo dan Patrick Kluivert Berlaga di Clash of Legends Jakarta 2026

“Pertumbuhan jumlah penonton dan peserta kompetisi kami meningkat, mencapai 61 persen dibanding musim sebelumnya,” ujarnya.

Pesatnya pertumbuhan itu diiringi kompetisi yang makin kompetitif. Hampir seluruh region menyajikan pertandingan ketat.

Bahkan juara bertahan putra, SMA Bukit Sion, nyaris tumbang dari SMA Pangudi Luhur pada babak Championship Series.

SMA Bukit Sion akhirnya kembali ke partai puncak dan kembali berhadapan dengan rival lamanya, SMA Jubilee.

Untuk kategori putri, SMAN 70 Jakarta juga kembali bertemu SMA Jubilee.DBL Indonesia sendiri mengemas Final DBL Jakarta layaknya liga profesional.

I.League Gelar Owner Meeting Klub BRI Super League 2025/2026

Saat pre-match conference, empat kapten tim finalis dihadirkan di depan media. Kesempatan ini secara tidak langsung memberi kesempatan anak-anak itu untuk belajar berbicara di ruang publik.

Kapten tim putri SMAN 70 Jakarta, Asyhila Ramadhani Putri, mengatakan tahun lalu merasakan pertandingan penuh drama. Namun musim ini timnya lebih matang dan lebih optimistis.

Sementara kapten tim putri SMA Jubilee, Tasya Kusuma Dewi, menyebut perjalanan timnya menuju final tahun ini lebih mudah, tetapi itu bukan alasan menurunkan standar permainan.

“Justru kami harus meningkatkan standar di final. Kami harus mematahkan kutukan kalau Jubilee nggak bisa mengalahkan 70,” ujar Tasya.

Kelompok tim putra, dua kapten finalis juga saling menyampaikan psywar.Kapten SMA Jubilee, Keandra Raffyazka Pasla, mengatakan timnya lebih solid dan didukung para freshmen berbakat.

“Kami punya satu visi, menang sebagai tim. Kami akan nunjukin tim yang sangat pantas ditonton di final besok,” katanya.

Sementara kapten SMA Bukit Sion, Riovaldo Renjiro Leonardy, menyebut timnya memang punya tekanan sebagai juara bertahan.

“Mungkin kami ada pressure sebagai juara bertahan. Tapi kami juga punya skill dan pola dari coach. Kami nggak ngandelin size atau kemampuan individual. Kami bakal main sebagai tim. Kalah dari PL itu wake-up call,” ujarnya. (Red/Ale)

Bagikan Artikel