JAKARTA, VISTANEWS.ID – Pada 30 Mei 2025, genap 100 hari Pramono Anung dan Rano Karno memimpin Jakarta.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet Pramono-Rano tancap gas. Gebrakan demi gebrakan dilakukan untuk menjawab keluh kesah warga dengan solusi nyata.
Muhammad Thohar yang akrab dipanggil Gus Toto yang merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), memberikan apresiasi atas langkah nyata yang diambil Gubernur DKI Jakarta dan Wakilnya dalam memberikan Solusi bagi persoalan di Jakarta di 100 hari masa kepemimpinannya.
“Permasalahan Jakarta mustahil diselesaikan hanya dalam waktu 100 hari. Namun, kita bisa saksikan dan rasakan bersama indikasi perbaikan kedepan dengan program-program yang dijalankan oleh Mas Pram dan Bang-Doel di 100 hari kepemimpinannya. Optimisme jelas bisa dari apa yang sudah dijalankan,” kata Gus Toto melalui keterangannya, Jumat (30/5/2025).
Gus Toto yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kemajuan Jakarta ( LAJU Jakarta) tersebut, mencontohkan salah satu program yang disambut baik Masyarakat adalah transportasi gratis untuk pengguna Transjakarta, MRT dan LRT untuk 15 golongan.
“Hal tersebut selain meringankan masyarakat juga efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta karena menstimulus warga untuk menggunakan transportasi public,” ujarnya.
Gus Toto menyebutkan bahwa Mas Pram tidak hanya mengimbau masyarakat, namun juga mencontohkan dengan adanya kebijakan ASN wajib naik transportasi umum termasuk Gubernur.
“Tajuk “Jakarta Menyala” lebih dari sekadar kata. Dari pendidikan hingga penanggulangan banjir, pelayanan lansia hingga taman kota 24 jam, sejumlah transformasi mulai terasa dalam denyut nadi Jakarta dalam rentang waktu singkat ini. Hal ini mencerminkan semangat percepatan pembangunan, sekaligus penataan ulang arah pembangunan Jakarta,” ungkap Gus Toto.
Mantan Jurkam Pram-Doel dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 menambahkan, meski banyak capaian yang patut diapresiasi, jalan menuju Jakarta yang inklusif, sehat, dan berdaya, masih panjang.
Pasalnya, masih ada tantangan mendasar terkait kesenjangan, banjir, serta dampak ekonomi global yang bisa menghambat pertumbuhan kota.
“Langkah teknokratik sudah diambil Mas Pram dengan melantik pejabat di tingkat hulu. Tim yang solid tentunya akan menjadi pondasi dalam meningkatkan akselerasi pembangunan Jakarta. Dalam rangka Jakarta menuju Kota Global tentunya pembenahan dari hulu sampai hilir. Kami akan mengawal kebijakan Mas Pram dalam membangun Jakarta,” kata Gus Toto.
“Masukan masyarakat tentu tetap dibutuhkan, karena harus diketahui Bersama bahwa Mas Pram dan Bang-Doel bukanlah pemimpin yang alergi terhadap kritik selama itu buat kebaikan masyarakat Jakarta,” pungkas pria kelahiran Kota Wali Demak ini. (Red/Ign)

