VistaHealth
Beranda » Berita » VistaHealth » RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

RS EMC Grha Kedoya saat menggelar workshop dan seminar klinis terkait pemanfaatan teknologi PET/CT dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih presisi di berbagai bidang klinis. (Foto - Dok. EMC)
RS EMC Grha Kedoya saat menggelar workshop dan seminar klinis terkait pemanfaatan teknologi PET/CT dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih presisi di berbagai bidang klinis. (Foto - Dok. EMC)

JAKARTA, VISTA.CO.ID – RS EMC Grha Kedoya bersama Siemens Healthineers menggelar rangkaian workshop dan seminar klinis yang menghadirkan pakar kedokteran nuklir internasional, Dr. Klaas Pieter Koopmans dari University Medical Center Groningen (UMCG), Belanda.

Workshop tersebut sebagai upaya memperkuat pengembangan teknologi diagnostik berbasis molecular imaging di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Jakarta ini, menjadi forum pertukaran pengetahuan bagi para dokter spesialis kedokteran nuklir, radiolog, onkolog, serta dokter spesialis lain. Fokus utama diskusi adalah pemanfaatan teknologi PET/CT dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih presisi di berbagai bidang klinis.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sejumlah sesi ilmiah yang mencakup pembahasan kasus klinis, pembacaan langsung hasil pencitraan PET/CT, hingga diskusi mengenai penerapan teknologi tersebut dalam praktik kedokteran modern. 

Selain digunakan dalam penanganan kanker, teknologi PET/CT juga dibahas potensinya untuk aplikasi di bidang kardiologi, neurologi, serta diagnosis penyakit infeksi dan inflamasi.

Marcella Zalianty dan IDAI Dorong Akses Skrining Jantung Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Kunjungan Dr. Koopmans juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan layanan molecular imaging di Indonesia. 

Melalui pertukaran pengetahuan ini, para klinisi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai interpretasi hasil pencitraan serta pemanfaatan teknologi diagnostik berbasis molekuler.

Direktur RS EMC Grha Kedoya, dr. Henry Andrean, menjelaskan bahwa pengembangan layanan diagnostik presisi menjadi salah satu fokus utama rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis.

“Kehadiran sistem Biograph Vision Quadra PET/CT di RS EMC Grha Kedoya merupakan langkah penting dalam pengembangan molecular imaging di Indonesia. Dengan memadukan teknologi canggih, kolaborasi, serta keahlian internasional, kami berharap dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ujar Henry.

RS EMC Grha Kedoya saat menggelar workshop dan seminar klinis terkait
pemanfaatan teknologi PET/CT dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih presisi di berbagai bidang klinis. (Foto - Dok. EMC)
RS EMC Grha Kedoya saat menggelar workshop dan seminar klinis terkait pemanfaatan teknologi PET/CT dalam mendukung diagnosis penyakit secara lebih presisi di berbagai bidang klinis. (Foto – Dok. EMC)

Teknologi yang dimaksud adalah sistem Biograph Vision Quadra PET/CT, perangkat pencitraan total-body yang dikembangkan oleh Siemens Healthineers. Sistem ini disebut sebagai salah satu teknologi PET/CT paling mutakhir yang tersedia saat ini, bahkan menjadi yang pertama di Asia.

RS EMC Sentul Edukasi Penyakit Ginjal dan TBC

Perangkat tersebut memiliki sensitivitas tinggi dalam menangkap informasi molekuler di seluruh tubuh secara simultan. Dengan kemampuan ini, proses pemindaian dapat dilakukan lebih cepat, sekitar empat menit, sekaligus memberikan hasil pencitraan yang lebih detail. Teknologi itu, juga memungkinkan penggunaan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan PET/CT konvensional.

Kemampuan ini membantu dokter dalam mendeteksi penyakit lebih dini, menentukan stadium kanker secara lebih presisi, serta memantau respons pasien terhadap terapi secara lebih akurat.

Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, mengatakan bahwa kolaborasi dengan rumah sakit menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pemanfaatan teknologi medis mutakhir.

“Melalui kolaborasi dengan rumah sakit terkemuka seperti RS EMC Grha Kedoya, kami berkomitmen menghadirkan kombinasi teknologi medis mutakhir, keahlian global, serta pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” kata Alfred.

Ia menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya dalam penyediaan perangkat medis, tetapi juga melalui berbagai program pelatihan, workshop, serta pertukaran ilmiah bagi tenaga medis agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Inilah Ramuan Berbahan Alam yang Bisa Membantu Puasa Bebas dari Gangguan Lambung

Sementara itu, Dr. Klaas Pieter Koopmans menilai integrasi teknologi molecular imaging dalam praktik klinis di Indonesia merupakan perkembangan yang positif bagi dunia medis di kawasan ini.

“Merupakan hal yang menggembirakan melihat bagaimana teknologi mutakhir seperti Biograph Vision Quadra mulai diintegrasikan dalam praktik klinis di Indonesia. Dengan menggabungkan molecular imaging terdepan, kolaborasi multidisiplin, serta pendidikan berkelanjutan, rumah sakit dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan pada akhirnya memberikan hasil perawatan yang lebih baik bagi pasien,” ujarnya.

Workshop dan seminar tersebut juga menjadi ruang diskusi multidisiplin antara para klinisi dan dokter perujuk. Para peserta mengeksplorasi berbagai kemungkinan penggunaan PET/CT yang semakin luas dalam praktik medis, seiring berkembangnya teknologi pencitraan molekuler di dunia kesehatan.

Melalui kolaborasi ini, EMC Healthcare bersama Siemens Healthineers menegaskan komitmennya untuk memperluas akses terhadap teknologi diagnostik canggih sekaligus memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Indonesia melalui inovasi, kolaborasi internasional, dan pendidikan medis berkelanjutan. (*/Ign)

Bagikan Artikel