BOGOR, VISTA.CO.ID – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kronis menjadi fokus kegiatan edukasi kesehatan yang digelar RS EMC Sentul di Bogor.
Dalam kegiatan bertajuk Health Talk, rumah sakit tersebut menghadirkan para dokter spesialis untuk membahas dua isu kesehatan yang masih menjadi perhatian global, yakni penyakit ginjal dan tuberkulosis (TBC).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati World Kidney Day dan World Tuberculosis Day. Selain sesi edukasi kesehatan, acara juga dirangkai dengan buka puasa bersama yang diikuti manajemen rumah sakit, tenaga medis, pasien, rekan media, serta para undangan.
Direktur RS EMC Sentul sekaligus Presiden Direktur PT Unggul Pratama Medika, G.A. Kusmiati, mengatakan bahwa kegiatan edukasi menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit kronis yang masih banyak ditemukan di Indonesia.
Menurut dia, penyakit ginjal maupun tuberkulosis memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal deteksi dini dan kepatuhan pengobatan.
“Meski fungsi ginjal terbatas, pasien tetap dapat menjalani hidup dengan kualitas yang baik. Sementara tuberkulosis merupakan penyakit yang bisa diobati hingga sembuh total jika pengobatannya dijalankan dengan benar,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.
Kusmiati menambahkan, kegiatan edukasi kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan serta penanganan sejak tahap awal. Dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka sendiri.

Pada sesi pertama, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi Tessa Oktaramdani menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronis kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak pasien baru mengetahui penyakitnya ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Menurutnya, pada tahap tersebut pasien sering kali membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti Hemodialysis atau yang lebih dikenal sebagai cuci darah.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko penyakit ginjal dapat ditekan,” kata Tessa.
Sementara itu, dokter spesialis paru Herman menyoroti masih tingginya kasus Tuberculosis di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa penyakit tersebut merupakan infeksi yang dapat menular melalui udara, sehingga kesadaran masyarakat terhadap gejala awal dan pemeriksaan dini sangat diperlukan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa TBC dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas sesuai anjuran tenaga medis.
“Deteksi dini sangat penting. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa pasien TBC harus mendapatkan dukungan agar dapat menjalani pengobatan secara disiplin,” ujarnya.
Selain menghadirkan paparan medis, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi sejumlah pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi cuci darah di RS EMC Sentul untuk berbagi pengalaman mereka.
Testimoni tersebut menggambarkan perjalanan pasien dalam menjalani terapi sekaligus upaya mempertahankan kualitas hidup. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pasien lain serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan para dokter melalui sesi tanya jawab. Suasana kegiatan berlangsung lebih hangat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian buka puasa bersama sebagai penutup acara.
RS EMC Sentul berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pengelolaan penyakit ginjal dan tuberkulosis sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat semakin baik.
RS EMC Sentul berdiri sejak 2013 dan merupakan bagian dari jaringan EMC Healthcare di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi atau EMTEK. Rumah sakit ini menyediakan berbagai layanan kesehatan terpadu yang didukung dokter spesialis dari berbagai bidang.
Saat ini EMC Healthcare mengelola delapan rumah sakit yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Tangerang, Jakarta, Bekasi, dan Bogor, dengan berbagai layanan unggulan seperti pusat jantung, ortopedi, rehabilitasi medis, hingga pusat onkologi. (*/Ign)

