VistaHealth
Beranda » Berita » VistaHealth » Kanker Usus Besar Meningkat di Kalangan Anak Muda, Ini 5 Gejala Awal yang Harus Diwaspadai

Kanker Usus Besar Meningkat di Kalangan Anak Muda, Ini 5 Gejala Awal yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi kanker usus besar. (Foto - Parkway Cancer Centre)
Ilustrasi kanker usus besar. (Foto - Parkway Cancer Centre)

JAKARTA, VISTANEWS.ID – Kanker usus besar yang selama ini lebih banyak menyerang kelompok usia lanjut, kini menunjukkan tren mengkhawatirkan: semakin banyak anak muda, termasuk generasi milenial, yang didiagnosa mengidap penyakit mematikan ini.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di British Journal of Surgery (BJS) menemukan bahwa orang yang lahir pada tahun 1990 memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena kanker usus besar dibanding mereka yang lahir pada 1950.

Tren ini dibenarkan oleh Dr. Joseph Salhab, ahli gastroenterologi yang berbasis di Florida, Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan kasus pada usia muda ini patut diwaspadai dan menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Berikut adalah lima gejala awal kanker usus besar yang tidak boleh diabaikan:

1. Pendarahan Rektal

Marcella Zalianty dan IDAI Dorong Akses Skrining Jantung Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Menurut Dr. Salhab, pendarahan dari dubur adalah salah satu tanda paling mengkhawatirkan. Jika Anda melihat darah, baik yang berwarna merah terang maupun gelap pada tinja atau tisu toilet, jangan langsung menyimpulkan bahwa itu hanya wasir. Apalagi jika pendarahan terjadi berulang dan tidak kunjung sembuh—konsultasikan segera dengan tenaga medis.

2. Nyeri Perut Tanpa Sebab

Nyeri di bagian perut yang terus-menerus, tidak jelas penyebabnya, atau tidak membaik meski sudah mengubah pola makan dan gaya hidup juga bisa menjadi tanda peringatan. Rasa nyeri ini bisa berupa kram, begah, atau rasa tidak nyaman yang mengganggu. Jika berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan diri.

3. Kelelahan dan Lemah Tubuh

Sering merasa lelah atau lemas meski sudah cukup istirahat juga merupakan sinyal yang perlu diperhatikan. Gejala ini kerap dianggap sepele, terutama oleh anak muda yang sibuk. Namun, menurut Dr. Salhab, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah serius, termasuk kanker usus besar.

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

4. Perubahan Kebiasaan Buang Air Besar

Perhatikan bagaimana tubuh Anda buang air besar. Perubahan seperti frekuensi yang tidak biasa, sembelit berkepanjangan, atau diare terus-menerus selama lebih dari dua minggu perlu diwaspadai. Jika kondisi ini berlanjut, segera berkonsultasi dengan dokter.

5. Gejala Lainnya yang Sering Diabaikan

Gejala tambahan yang juga patut diperhatikan meliputi penurunan berat badan tanpa sebab, hilangnya nafsu makan, keringat malam, serta demam ringan yang terus berulang. Meskipun gejala-gejala ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lain, jika muncul bersamaan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Sara Char, penulis utama studi BJS, meningkatnya kasus kanker gastrointestinal (GI) atau kanker di bagian sistem pencernaan di kalangan usia di bawah 50 tahun merupakan fenomena global. 

RS EMC Sentul Edukasi Penyakit Ginjal dan TBC

“Penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik biologis kanker GI yang muncul lebih awal sangat penting untuk mengembangkan strategi skrining, pencegahan, dan pengobatan yang lebih efektif,” ujarnya.

Faktor gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta faktor genetik diduga kuat turut memengaruhi peningkatan risiko kanker usus besar pada generasi muda.

Deteksi dini adalah kunci. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, jangan abaikan—segera periksakan diri ke dokter. Kesadaran akan perubahan dalam tubuh bisa menjadi penyelamat nyawa. (Red/Ave)

Bagikan Artikel